Jeda Istirahat

Delapan

Sudah hampir setahun sejak kejadian tersebut. Tepatnya, bulan Oktober. I made a choice. Saya sudah memainkan Dota, salah satu game yang saya senangi, sejak tahun 2005. Tahnn lalu, yang berarti sudah 11 tahun sejak pertama kali saya mengenalnya, saya memutuskan untuk berhenti bermain sampai waktu yang tidak ditentukan, karena kondisi mental saya waktu itu sangat tidak baik, dipenuhi oleh pemikiran negatif. Setiap permainan– termasuk kehidupan ini– harus dimainkan dengan kondisi mental dan fisik yang prima apabila kita ingin mencapai hasil yang optimal. Hasil tersebut tidak dapat saya capai dengan kondisi mental saat itu. Ketimbang saya terus terpuruk dalam dread circle, lebih baik saya mengambil waktu jeda untuk membugarkan kondisi mental saya. Pemikiran tersebut menjadikan dasar dari keputusan saya untuk berhenti bermain.

screenshot-www.dotabuff.com 2017-07-12 22-55-50
Permainan terakhir sebelum vakum, 10 bulan yang lalu

Saat-saat sebelum dan ketika vakum dari Dota adalah masa-masa saya terjangkit suatu penyakit mental: takut kalah. Permainan apapun yang saya mainkan, saya takut kalah dan menjadi penyebab kekalahan tersebut, terutama apabila permainan tersebut adalah permainan tim. Ada suatu ketika di kantor ketika bermain game UNO (yang seharusnya fun only), saya berusaha sedemikian sehingga tidak kalah. Ketika orang lain bermain dengan lepas, saya memikirkan kartu apa saja yang sudah keluar dan memikirkan segala macam kemungkinan yang ada. Lagi-lagi, takut kalah.

Sebulan setelah menyatakan vakum, sekitar bulan November, ada suatu ajang antar kantor startup di Bandung untuk game-game online. Waktu itu, saya sudah disclaimer untuk tidak diikutsertakan dalam turnamen tersebut, walaupun pada akhirnya diikutsertakan juga karena kurang orang. Memori lama kembali lagi. Turnamen, takut kalah, dan takut menjadi penyebab kekalahan, awalnya adalah karena kekalahan beruntun dari turnamen-turnamen yang saya ikuti sekitar 1-2 bulan sebelum vakum. Ketakutan tersebut membuat saya berusaha semaksimal yang saya bisa, lagi-lagi untuk menghindari kekalahan dan menjadi penyebab kekalahan. Setiap kekalahan yang terjadi rasanya sangat menusuk. Walaupun saat itu saya sudah berstatus vakum, tetapi pengalaman dan semangat berkompetisi saya masih melekat. Saya merasa memiliki tanggung jawab yang lebih karena pengalaman dan kapabilitas yang saya miliki. Saya kerap menyalahkan diri sendiri karena tidak berbuat lebih baik.

Setelah ajang tersebut, saya melewati dua bulan tanpa bermain Dota, hingga pada bulan Desember saya menerima ajakan teman-teman saya untuk bermain saat itu. Tidak banyak, hanya 4 game dalam satu bulan. Sangat sedikit untuk taraf bermain saya sebelum-sebelumnya. Pada 4 game yang saya mainkan tersebut, saya merasa lebih baik, saya tidak lagi merasakan efek trauma seperti yang saya rasakan sebelumnya, yaitu takut kalah dan takut menjadi penyebab kekalahan. Saya tetap bermain dengan cukup baik, walaupun cukup kaku karena sudah lama tidak bermain. Selain itu, saya bermain game lain, yaitu game MMORPG World of Warcraft dan game TCG Hearthstone. Dua game tersebut saya mainkan dari segi PvP (player versus player) karena saya senang berkompetisi melawan manusia secara head-to-head. Kendati PvE (player versus environment) di World of Warcraft juga memiliki global ranking (seperti siapa yang berhasil mengalahkan boss tertentu), tetapi saya lebih senang dengan PvPnya, karena boss yang “di-koding” tidak dapat melakukan aksi diluar kodingannya tersebut, sedangkan ketika melawan player-player lain, mereka dapat bertindak diluar ekspektasi kita.

xd12
Salah satu achievement musiman di WoW: memiliki rating 10% teratas dari seluruh player-player yang bermain

Bulan Januari hingga pertengahan Mei, saya hanya bermain dua game yang saya sebutkan tadi (WoW dan Hearthstone). Di World of Warcraft, ada suatu ajang liga musiman yang dapat diikuti oleh 3 orang dalam satu tim, namanya arena. Saya bersama dua orang teman saya adalah salah satu tim yang menikmati bermain arena. Setiap arena di World of Warcraft cukup sebentar waktu bermainnya, antara 2 hingga 20 menit per permainannya, dibandingkan dengan Dota, yang dapat berjarak dari 20 hingga 90 menit, bahkan lebih. Dengan demikian, praktis game arena yang dimainkan juga semakin banyak. Semakin banyak game arena yang dimainkan, tentunya tidak semuanya adalah kemenangan. Cukup banyak kekalahan dari sekumpulan game-game tersebut. Akan tetapi, dari setiap game arena, kami selalu mengevaluasi kesalahan-kesalahan kami dan merelakan apa-apa yang memang diluar batas kami (seperti game yang tidak balance, contohnya). Kami pun mendapatkan ranking 10% teratas dari jumlah pemain yang mengikuti arena musiman tersebut.

Pertengahan Mei, setelah Kiev Major (sebuah ajang kompetisi Dota 2 yang diselenggarakn oleh Valve yang total hadiahnya 3 juta USD), saya merasakan sesuatu yang tidak saya rasakan sebelumnya. Saya merasakan api yang sempat redup atau bahkan hampir padam sebelumnya. Saya ingin bermain lagi, dengan semangat baru, dengan mental yang baru. Dari vakum selama 6 bulan dari bermain Dota untuk bermain game lain seperti WoW dan Hearthstone, saya belajar bahwa tidak semua usaha keras yang saya lakukan dapat menghasilkan hasil yang diharapkan. Ada banyak faktor-faktor lain yang mungkin tidak dapat saya kendalikan sehingga hasil saya tidak optimal. Saya sadar, bahwa saya tidak boleh terlalu berlebihan dalam menyalahkan diri sendiri, apalagi tanpa evaluasi atau resolusi yang berarti. Dan yang terakhir, saya sadar, terkadang, ada waktunya kita mengambil jeda untuk beristirahat dari sesuatu untuk kembali suatu waktu dengan kondisi yang lebih kuat, kalau bahasa kerennya, come back stronger.

Advertisements

Leave a Reply - No foul language and spam please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s