Nostalgia Kak Abdy

Lima Belas

Pada kesempatan kali ini, saya akan menanggapi post Kak Hawa terkait kepergian Kak Abdy. Background storynya adalah farewell party Kak Abdy hari Jumat, 14 Juli 2017 kemarin di kantor Cikutra. Walaupun trigger dari post ini adalah Kak Abdy, tetapi post tersebut juga diperuntukkan untuk ex-karyawan-karyawan eFishery lainnya. Di dalam post tersebut, meskipun Kak Hawa merasakan perasaan sedih, ada juga pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepalanya, diantaranya:

  1. Kenapa mereka pergi?
  2. Apa yang membuat mereka pergi?
  3. Apakah aku harus terganggu dengan kepergiannya?
  4. Apakah aku harus bergerak ke tempat yang lain juga?
  5. Jadi sepi, dong?

Wah, banyak ya pertanyaan yang muncul. Pertanyaan pertama hingga ketiga hanyalah berupa pertanyaan langsung, sedangkan untuk pertanyaan keempat dan kelima muncul dengan pemikiran yang cukup panjang. Menurut Kak Hawa, dengan adanya orang lain yang pergi/pindah ke tempat lain (secara harfiah dan metafora). ia jadi berpikir, apakah ia harus melakukan hal yang sama? Pertanyaan kelima muncul karena Kak Hawa sering bercanda dengan Kak Abdy, sehingga membayangkan kantor tanpa Kak Abdy pun akan sulit, karena keramaian yang disebabkan oleh Kak Abdy mungkin akan dirindukan oleh penghuni kantor Cikutra.

Kak Hawa juga mendeskripsikan perilaku dan kebiasaan Kak Abdy dalam kesehariannya di kantor, seperti suka ngambilin lauk/gorengan yang dimasak oleh Bibi untuk makan siang, selalu menjadi inisiator ke masjid, mau disuruh-suruh (baik untuk beli sesuatu atau booking futsal), dan sifat cerianya yang selalu menghidupkan suasana kantor. Ada link video waktu di Cikole juga, loh! Post tersebut ditutup dengan foto bersama dengan orang-orang di kantor Cikutra pada momen terakhir itu.


Kalau dari saya sendiri, pertanyaan Kak Hawa yang pertama hingga ketiga cukup personal dan mungkin lebih baik apabila tidak dipublikasikan, walaupun saya bukan pihak yang pergi. Untuk pertanyaan keempat, sebenarnya ada paling tidak dua pendapat. Orang tua saya sering meminta saya untuk senantiasa nomaden dalam dunia kerja untuk memenuhi salary demand. Akan tetapi, saya berpikiran berbeda. Walaupun saya secara posisi tetap berada di perusahaan ini, secara wawasan dan skill teknis, saya tetap berusaha untuk senantiasa mengekspansi kedua hal tersebut, baik ketika ada milestone pekerjaan kantor maupun tidak. Dengan demikian, walaupun saya secara posisi “stagnan”, tetapi ditinjau dari apa yang saya miliki, saya berharap saya tetap bisa catch-up dengan perkembangan teknologi di domain yang saya tekuni (yang katanya, perkembangan dunia front-end itu sangat-sangat-sangat cepat). Pertanyaan terakhir, “Jadi sepi, dong?” I… ya pasti. Kak Abdy adalah orang yang seru buat diajak bercanda. Tapi, who knows, ada penggantinya nanti di masa depan.

Satu hal yang saya ingat dari Kak Abdy adalah pada suatu waktu, saya bercerita ke Kak Abdy mengenai ketakutan saya kalau nanti saya memiliki anak.

“Aku takut kalo misalnya nanti anak aku ngelihat aku sama istri aku berantem, terus ntar jadi tertutup karena takut. Anak kan nggak cukup cuma dipenuhi kebutuhan materi aja, tetapi secara psikologis juga. Aku takut nanti aku bisa memenuhi kebutuhan materi anak aku tetapi nggak untuk psikologisnya, jadinya ntar kayak aku”.

More or less, seperti itu. Itu pertanyaan random dan saya tidak ekspek jawaban serius. Eh, tapi Kak Abdy nyeritain bahwa insyaAllah orang tua zaman sekarang berbeda dengan orang tua zaman dahulu, dan dia memberikan contoh orang-orang kantor yang sudah memiliki anak. Dari sosok mereka, nggak terlihat sifat-sifat buruk yang dimiliki oleh orang tua generasi sebelumnya. Waktu itu lumayan speechless sih. Nggak nyangka Kak Abdy yang biasanya haha-hihi bisa ngomong yang serius juga. Bahkan farewell speechnya pun tidak seserius itu. Semoga sukses di jenjang karir berikutnya Kak Abdy!

Advertisements

Leave a Reply - No foul language and spam please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s