Swiss

Delapan Belas

Apa yang Anda pikirkan ketika membaca judul ini? Nama negara? Hmmmm, bukan! Swiss yang saya maksud disini adalah sistem turnamen Swiss. Pertama kali mendengar term mengenai sistem turnamen ini dari Hearthstone, lalu Counter-Strike: Global Offensive. Menurut saya, sistem turnamen ini cukup menarik untuk dibahas. Selain sistem turnamen ini, mungkin kita pernah mendengar sistem lainnya, seperti round robin, double round robin, single elimination, double elimination, dan mungkin masih ada banyak lagi yang lain.

Competitors meet one-to-one in each round and are paired using a set of rules designed to ensure that each competitor plays opponents with a similar running score, but not the same opponent more than once.

Turnamen format Swiss ini memiliki sistem yang menarik. Jumlah pertandingan adalah 2^n = jumlah peserta. Berbeda dengan sistem round robin dan double round robin, tidak semua peserta pada format ini bertemu dengan peserta lainnya. Contohnya, ada 8 peserta, yaitu tim A, B, C, hingga tim H. Pada ronde pertama, akan dibuat undian untuk menentukan pasangan lawan yang akan bertanding. Sebagai contoh, A akan berhadapan dengan B, C dengan D, hingga G dengan H. Pemenang dari ronde pertama akan masuk ke kategori (1-0) dan yang kalah akan masuk ke kategori (0-1). Apabila A, C, E, dan G menang, maka tabel akan menjadi seperti ini.

Peserta Skor  Ronde 1
Tim A    1-0   B (W)
Tim E    1-0   F (W)
Tim G    1-0   H (W)
Tim C    1-0   D (W)
Tim D    0-1   C (L)
Tim F    0-1   E (L)
Tim B    0-1   A (L)
Tim H    0-1   G (L)

Setelah itu, maka dari setiap kategori akan dipilih pasangan tim untuk dipertandingkan berikutnya. Tim kategori (1-0) yang menang akan masuk ke kategori (2-0), tim kategori (1-0) yang kalah akan masuk ke kategori (1-1), begitu pula dengan tim kategori (0-1) yang menang, sehingga pada akhirnya, ada 2 tim kategori (2-0), 4 tim kategori (1-1), dan 2 tim kategori (0-2). Apabila pasangan lawan berikutnya adalah A-G, C-E, B-D, dan F-H, dan telah terjadi keluar hasil dari pertandingan dari tim-tim tersebut, maka tabel akan menjadi seperti ini.

Peserta Skor  Ronde 1 Ronde 2
Tim A    2-0   B (W)   G (W)
Tim E    2-0   F (W)   C (W)   
Tim G    1-1   H (W)   A (L)
Tim C    1-1   D (W)   E (L)
Tim D    1-1   C (W)   B (W)
Tim F    1-1   E (W)   H (W)
Tim B    0-2   A (L)   D (L)
Tim H    0-2   G (L)   F (L)

Pada posisi ini, boleh dibilang bahwa tim yang mampu bersaing untuk mencapai peringkat pertama hanya tim A dan tim E. Hal ini disebabkan karena jumlah pertandingan pada 8 peserta, sebagaimana rumus 2^n = jumlah peserta, maka n adalah jumlah pertandingan, yaitu 3. Adapun tim yang pasti menempati posisi terakhir adalah salah satu diantara tim B dan tim H. Ronde terakhir adalah pertandingan antara tim (2-0) dengan sesamanya, tim (1-1) dengan sesamanya, dan tim (0-2) dengan sesamanya. Dengan berlangsungnya ronde terakhir, maka tabel akan menjadi seperti ini.

Peserta Skor  Ronde 1 Ronde 2 Ronde 3
Tim A    3-0   B (W)   G (W)   E (W)
Tim E    2-1   F (W)   C (W)   A (L)
Tim G    2-1   H (W)   A (L)   D (W)
Tim C    2-1   D (W)   E (L)   F (W)
Tim D    1-2   C (L)   B (W)   G (L)
Tim F    1-2   E (L)   H (W)   C (L)
Tim B    1-2   A (L)   D (L)   H (W)
Tim H    0-3   G (L)   F (L)   B (L)

Pada saat ini, juara 1nya sudah dapat ditentukan. Apabila diperlukan penentuan juara 2 dan 3, maka dapat diberlakukan suatu secondary statistics, seperti contohnya kalau di sepakbola, jumlah gol/kebobolan. Apabila suatu tim memiliki secondary statistics lebih baik dibanding tim yang memiliki skor sama, maka tim tersebut berhak untuk berada di posisi yang lebih atas. Apabila tidak ada secondary stats, dapat diberlakukan three-way tiebreaker, yaitu round robin antar tiga pemain tersebut, hingga ditemukan perbedaan antara ketiga pemain tersebut. Akan tetapi, sistem format Swiss ini jarang sekali digunakan untuk menentukan juara 1-3. Sistem ini lebih sering digunakan untuk menentukan sebagian tim yang akan lolos ke tahap selanjutnya (pada kasus ini, misalnya peringkat 1-4 masuk ke tahap selanjutnya).

Menurut saya, sistem turnamen format Swiss ini cukup menarik karena sistem round robin memakan banyak waktu. Pada sistem ini, jumlah pertandingan seluruh tim maksimal hanya n (ronde) x jumlah peserta / 2 (1 pertandingan = 2 tim). Pada contoh di post ini, jumlah pertandingannya berarti 3 * 8 / 2, yaitu 12. Dibandingkan dengan round robin, jumlah peserta x (jumlah peserta – 1)/2. Apabila pada contoh diatas digunakan round robin, maka jumlah pertandingan seluruh tim adalah 8 x 3.5, yaitu 28. Wah, banyak sekali, bukan? Selain itu, masih ada juga peluang tiebreaker, sehingga untuk turnamen yang memiliki waktu sempit, penggunaan sistem format round robin, apalagi double round robin, kurang layak. Kendati demikian, kelemahan dari sistem Swiss ini adalah jumlah peserta harus genap. Tanpa memenuhi persyaratan tersebut, penyelenggara sebuah kompetisi tidak dapat menerapkan sistem turnamen format ini.

Advertisements

Leave a Reply - No foul language and spam please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s