Kenapa Kita Bertengkar?

Dua Puluh Tiga

“To ask why we fight… is to ask why the leaves fall. It is in their nature. Perhaps, there is a better question. Why do we fight? To protect Home, and Family… To preserve Balance, and bring Harmony. For my kind, the true question is: What is worth fighting for?”

World of Warcraft: Mists of Pandaria adalah salah satu expansion World of Warcraft yang saya suka. Mungkin tidak dari gameplay dan lore yang terkandung di dalamnya, tetapi lebih ke percakapan-percakapan yang ada. Bagaimana tidak, trailer dari expansion ini pun mengisahkan ras manusia (dari faksi Alliance) dan orc (dari faksi Horde) yang bertempur di lautan dengan kapalnya masing-masing. Kedua kapal tersebut karam dan awaknya terdampar di suatu pulau yang bernama Pandaria (pulau Panda). Awak yang selamat dari perahu kaum manusia segera menjelajahi pulau tersebut dalam malam dengan bersenjata kayu pohon yang telah diasah. Manusia ini berjalan sampai suatu tempat hingga sang orc menyerangnya dari belakang. Keduanya berkelahi hingga ada suatu entitas lain yang menginterupsi perkelahian mereka berdua. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk melawan entitas tersebut, yang tak lain adalah seorang pandaren. Walaupun mereka telah bekerja sama untuk mengalahkan pandaren tersebut, sang pandaren tetap lebih tangguh dan menghempaskan mereka berdua dengan tongkat bambunya. Setelah terhempas, sang manusia dan orc melihat kedepan dan terpana karena kabut yang menyelimuti malam sebelumnya sudah tiada. Mereka melihat suatu daerah yang sangat indah, pegunungan, rerumputan, sungai-sungai, dan pandaren-pandaren yang sedang berlatih. Sang pandaren, Chen Stormstout, berkata, “Kenapa kita berkelahi? Untuk melindungi rumah dan keluarga kita. Untuk menjaga keseimbangan dan membawa keharmonisan. Bagi kaumku, pertanyaan sesungguhnya adalah, hal apa yang cukup bernilai untuk diperkelahikan?”

Beberapa waktu dalam kehidupan kita, kita sering melihat orang berkelahi, baik itu masih dalam perkataan ataupun sudah mencapai kontak fisik. Padahal masalahnya mungkin sepele. Kalau dilihat-lihat lagi, kenapa mereka bisa sampai berkelahi? Apakah mereka memang ingin melindungi rumah dan keluarga mereka, atau mereka hanya ingin memuaskan ego mereka untuk lebih superior dibandingkan orang lain saja? Pemikiran bahwa yang menang dalam berkelahi adalah pihak yang lebih kuat dan yang kalah adalah pihak yang lebih lemah secara tidak sadar sudah tertanam di diri kita. Lingkungan memaksa kita untuk mengafirmasi bahwa mengalah dalam suatu perkelahian adalah bukti dari kelemahan kita. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Kita mengalah untuk menang. Mungkin kita tidak menang saat perkelahian itu, tetapi kita invest untuk menang ke depannya, karena apabila kita tidak mengalah, mungkin hal yang lebih buruk dan fatal dapat terjadi, seperti baku hantam yang mengakibatkan seseorang harus dibawa ke rumah sakit. Pada kondisi ini, kedua pihak adalah pihak yang kalah karena kedua-duanya sama-sama terlibat dalam perkelahian. Ketimbang kita mengikuti ego kita untuk “menang” melawan orang tersebut, lebih baik kita mengalah demi kemaslahatan bersama.

screenshot-wow.gamepedia.com 2017-07-27 23-29-21
Percakapan antara Pemain dan Wrathion

Dari sekian banyak percakapan-percakapan menarik dari Mists of Pandaria, percakapan diatas adalah salah satu yang saya paling suka. Pada suatu ketika, rezim Garrosh Hellscream, pemimpin dari faksi Horde, digulingkan dengan gabungan kekuatan faksi Horde (selain kaum Orc) dan faksi Alliance. Varian Wrynn, pemimpin dari Alliance dan juga ras manusia, membiarkan faksi Horde tetap berdiri di bawah pemimpin barunya, Vol’Jin, ketimbang menyatukan faksi Alliance dan Horde. Hal ini ditanggapi oleh Wrathion, seorang naga hitam– yang juga dapat berubah wujud menjadi manusia– dengan amarahnya pada suatu rumah singgah di Pandaria. Setelah ia selesai menggerutu, pelayan rumah singgah tersebut menceramahinya. Nama pelayan tersebut adalah Tong. Menurut Tong:

  1. Wrathion melupakan pelajaran di Pandaria untuk memperbanyak mendengar ketimbang berbicara.
  2. Dunia ini diciptakan seimbang. Ada hitam dan putih, ada gelap dan terang.
  3. Ketika dulu, ada ras mantid yang merupakan musuh besar dari ras pandaren. Akan tetapi, ketika kaisar Pandaria terakhir menyelimuti Pandaria dengan kabut, ia tidak membasmi ras mantid. Ia melakukan hal tersebut agar Pandaria tetap utuh. Dengan meninggalkan ras mantid untuk tinggal bersama dengan pandaren, kedua pihak menjadi kuat karena adanya oposisi. Begitu pula dengan faksi Horde dan Alliance. Dengan terpisahnya kedua faksi tersebut, mereka menjadi saling menguatkan ketimbang melemahkan.
  4. Jangan salah mengartikan sebuah kelebihan menjadi sebuah kelemahan. Kelemahan dapat dilihat sebagai sebuah kelebihan dan sebaliknya.

Jadi, ketika ada orang yang berbeda pendapat dengan kita, jangan menganggap mereka membuat kita semakin lemah. Justru, dengan keberadaan mereka, kita akan semakin kuat, selama perbedaan pendapat itu masih sehat. Kalaupun sampai perang, jangan lupa, perang pun ada kode etiknya. Bayangkan, dunia yang hidup hanya dengan satu suara, tidak akan ada yang mengingatkan apabila salah. Celaka, bukan?

Advertisements

One thought on “Kenapa Kita Bertengkar?

  1. Pingback: Tanerys

Leave a Reply - No foul language and spam please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s