Internet Cepat Untuk Apa

Dua Puluh Lima

ping4
Mau Speedtest Saja RTO, Ibarat Pengen ke Rumah Sakit tapi Keburu Tumbang

Alright, jadi ceritanya, beberapa waktu ke belakang, akses internet Biznethome sedang mengalami degradasi hingga hari Jumat kemarin. Pada waktu-waktu itu, boleh dibilang lumayan sengsara untuk mengakses internet di luar jam 18.00-06.00, seperti yang tertera pada notifikasi tersebut (sebelum perbaikan, pihak Biznethome menyatakan bahwa akses internet akan tetap optimal pada jam tersebut). Beberapa website yang sangat saya rasakan terkena dampak dari perbaikan tersebut ketika mengakses dari pagi ke sore diantaranya website-website kasual seperti Twitter hingga website-website serius seperti Github. Bagaimana tidak, setelah saya bangun pagi-pagi, ada notifikasi email tentang sebuah issue yang masuk ke sebuah modul web development yang saya buat. Lantas, saya harus segera membukanya untuk membantu orang yang membuka issue tersebut. Sayang beribu sayang, koneksi internet kala itu cukup membuat saya jengkel karena untuk loading halaman issues yang pada kondisi normal membutuhkan waktu hanya kurang dari 1 detik (bagaimana tidak, halaman issues hanyalah list dari issue-issue yang ada), saat itu membutuhkan waktu sekitar 10-15 detik. Ketika saya akan melakukan preview jawaban saya, saya juga dipaksa menunggu sekitar 5-10 detik.

Biznethome menurut saya adalah salah satu ISP (Internet Service Provider) yang top, kalau bukan yang paling top di Indonesia. Akses internet yang mereka sediakan (dalam kondisi prima), hampir dapat mencapai rasio 1:1 download/upload, sehingga bagi kalian-kalian yang suka untuk upload video berukuran besar entah itu ke Youtube atau semacamnya, kalian tidak perlu menunggu tahun depan hingga videonya selesai upload. Walaupun demikian, seiring bertambahnya customer, saya merasa durability dari infrastruktur Biznethome tidak sebaik dulu, yaitu saat-saat ketika jumlah customernya masih sedikit dan promo ada dimana-mana.

Seketika saya melihat ke smartphone di sebelah kiri keyboard saya. Dipikir-pikir, ternyata jarang sekali Indosat mengalami masalah, saya hanya ingat ada satu kali masalah selama saya menggunakan paket internet yang disediakan, itu juga sekitar 2-3 tahun yang lalu. Namun, karena aktivitas utama saya lebih dominan berada di daerah dengan koneksi internet terkontrol (baca: kosan dan kantor), masalah tersebut tidak terlalu berarti karena saya masih dapat menggunakan internet kabel. Unlimited dan lebih kencang, saya rasa saya tidak perlu menjelaskan kenapa perangkat Wi-Fi di smartphone saya selalu saya nyalakan.

Krisis internet seperti ini sering sekali membuat saya galau. Walaupun memang mobile internet Indosat cukup bagus, tetapi belum cukup bagus untuk melakukan hal-hal yang saya sukai, seperti nonton livestream game dan sepakbola. Kuota yang dihabiskan untuk streaming mungkin bisa lebih dari 200MB untuk satu pertandingan yang berdurasi kotor sekitar 90 menit, itupun juga pasti diselingi dengan buffering pada beberapa waktu, sehingga rasanya tidak worth it menggunakan kuota mobile untuk aktivitas-aktivitas yang “berat” seperti itu. Ketika dulu Dota 2 sedang ada event Kiev Major, saya sedang berada di Jakarta, dan internetnya menggunakan Firstmedia. Kebetulan Firstmedia most of the time tidak memiliki performa yang lebih baik ketimbang Biznethome, sehingga untuk nonton livestreaming pasti ada bufferingnya, walaupun internetnya yang pakai hanya saya sendiri. Akhirnya, saya resort ke mobile internet, untungnya waktu itu masih ada kuota malam sekitar 1GB. Dengan kualitas video 360p di layar smartphone saya, saya sudah puas. Terkadang buffering, tetapi tidak sesering apabila saya menggunakan Firstmedia. Aneh, bukan? Seharusnya mobile internet selalu kalah apabila dibandingkan dengan cable internet dalam aspek kecepatan dan kestabilan (namanya juga tanpa kabel), tetapi lately, bisa kebalikannya. Di pagi harinya, sekitar jam 6, saya mengecek kuota malam saya dan tersisa hanya sekitar 200MB. Itu baru penggunaan streaming untuk malamnya saja. Bagaimana kalau saya ingin melakukan hal yang sama di siang harinya? Wah, bisa jebol kuota mobile saya… dan tentunya dompet juga.

Menurut saya, infrastruktur internet di Indonesia saat ini– yang terbagi menjadi dua, yaitu cable dan mobile– memiliki masalah coverage (karena belum semua daerah di Indonesia terjangkau/mendapatkan kecepatan akses yang sama), keduanya juga memiliki masalah durability (paling tidak, saya sering mendengar teman-teman saya mengeluh bahwa smartphonenya tidak ada sinyal dengan menggunakan kartu provider tertentu). Itu dari sudut pandang saya sebagai pengguna, karena saya bukan teknisi dari ISP yang bersangkutan dan bukan orang yang sering berkecimuk dengan hardware, jadi saya kurang bisa berkata banyak terkait aspek-aspek apa saja yang mungkin dapat mempengaruhi kualitas dari suatu jaringan distribusi. Untuk coverage, saya dapat memaklumi bahwa mungkin sulit untuk menjangkau seluruh Indonesia, sekalipun dengan penggunaan kabel bawah laut untuk hubungan antarpulau. Jangankan antarpulau, di pulau Jawa saja belum tentu semua daerah dapat menikmati akses internet, orang sinyal GSM untuk sekedar menelepon/mengirim SMS saja terkadang tidak ada (SOS). Akan tetapi, untuk durability, saya rasa ini masih dapat ditingkatkan, karena masalah yang sama terjadi dari waktu ke waktu, dan apabila tidak diatasi, customer experience dari sebuah ISP akan menurun drastis.

Advertisements

Leave a Reply - No foul language and spam please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s