Labeling

Dua Puluh Delapan

Hah, udah hari ke 28 aja? Nggak kerasa :| Tadinya udah ada dua opsi buat topik nulis hari ini, terus tiba-tiba kepikiran hal lain… yaitu labeling. Ini dulu pertama kali kenal istilahnya ketika pelajaran sosiologi ketika SMA. Kata Wikipedia, labeling adalah suatu tindakan mendeskripsikan seseorang dengan sebuah kata atau frasa yang pendek. Biasanya, labeling ini tidak jauh dari first impression kita kepada seseorang. Untuk mengubah first impression itu, lumayan sulit. Makanya, orang-orang sangat peduli dengan first impression. Ide dari post ini berawal dari sebuah quest di sebuah game yang saya mainkan, yaitu World of Warcraft.

Ada sebuah zona namanya Suramar. Zona ini sudah ada sejak puluhan ribu tahun yang lalu. Namun, seiring dengan Legion Invasion (berisikan demon-demon) pertama ke Azeroth dan hancurnya Well of Eternity, ras Elf terbagi menjadi tiga, yaitu Shal’dorei (golongan elf yang menggunakan kekuatan magis dengan sumber Nightwell), Kal’dorei (golongan elf yang menggunakan kekuatan bulan dan memuja dewi bulan, Elune), dan Quel’dorei (golongan elf yang menggunakan kekuatan matahari dengan sumber Sunwell). Sesaat sebelum hancurnya Well of Eternity, petinggi-petinggi Suramar memutuskan untuk membuat sebuah barrier untuk menutup Suramar dari dunia luar, utamanya untuk mencegah Legion mengambil Nightwell miliki mereka dan mencegah hancurnya kota mereka dari kejadian The Sundering. Akan tetapi, tanpa sinar matahari dan cahaya bulan, mereka menjadi tergantung kepada Nightwell dan perlahan-lahan, mereka terkena dampaknya, mulai dari perubahan kulit. Apabila mereka tidak diberikan resource Nightwell atau mana (resource yang digunakan untuk menggunakan kekuatan magis), maka mereka akan menjadi gila (withered).

Berpuluh-puluh ribu tahun kemudian, Gul’dan, seorang orc warlock dari lini masa yang berbeda, datang sebagai ambasador ke Suramar untuk mengancam Shal’dorei, apabila mereka tidak mau memberikan kekuatan Nightwell kepada Legion, maka Legion akan memusnahkan Suramar beserta isinya. Dengan memiliki Nightwell, Gul’dan dapat mempercepat pembukaan portal ke planet Argus dan alam Twisting Nether agar pasukan Legion ke Azeroth dapat sampai lebih cepat dalam jumlah yang banyak. Terjadi konflik pendapat diantara petinggi-petinggi Suramar, walaupun yang tidak setuju untuk melepaskan Nightwell kepada Legion memilih untuk menyembunyikan pendapatnya. Pada akhirnya, Grand Magistrix Elisande, pemimpin Suramar saat itu, setuju dengan Gul’dan dan melepaskan barrier yang telah menyelimuti Suramar selama puluhan ribu tahun.

Gerakan gerilya pun dilakukan, pertama-tama oleh First Arcanist Thalyssra. Ia mengumpulkan teman-temannya yang tercerai berai. Setelah ia berhasil mengumpulkan teman-temannya dan mengambil kembali zona Suramar bagian hutan (diluar kota Suramar), pergerakan selanjutnya adalah infiltrasi ke kota Suramarnya langsung. Salah satunya, Thalyssra meminta bantuan Arluin, seorang Shal’dorei yang juga menentang Elisande. Ketika pertama kali datang ke Arluin, terjadi percakapan berikut.

Player: We need your help ‘persuading’ some noble houses to support Ly’leth’s bid for advisor. Are you in?
Arluin: Is that what she’s up to? Brave girl. I’d be delighted to help, but…

<Disini, player harus memberikan 1200 Ancient Mana, sebuah resource yang tersebar diseluruh penjuru Suramar>.

Arluin: Always a pleasure. Do things my way and she’ll be advisor before dinner.

Ketika saya pertama kali menjalankan quest ini, yang saya pikirkan adalah, “Ini orang matre banget sih, disuruh bantu aja minta bayaran. Banyak, lagi! Nyarinya susah, tau!” Dia melakukan ini dua kali, tidak hanya sekali, tetapi kali ini 800 Ancient Mana. Total 2000 Ancient Mana, men! Jadi, kalau di gamenya sendiri, Ancient Mana itu tersebar di zona Suramar dalam berbagai jumlah per item yang “dipungut”, dari 10, 20, dan suatu angka dari 50-125, dengan yang paling banyak adalah yang 10. Harus mungut sekian banyak untuk memenuhi bayaran Arluin adalah sesuatu yang sangat menjengkelkan, apabila saya tidak ingin mengeluarkan gold untuk beli barang tersebut di auction house. Pada akhirnya, saya tetap mungutin satu-satu anyway.

Setelah 2000 Ancient Mana itu, tidak ada lagi quest yang harus memberi bayaran kepada Arluin, hingga satu quest… “All In. Di Shal’aran, tempat rahasia dari Nightfallen, kelompok penentang Elisande, ada sebuah pohon yang dikembangkan untuk menghilangkan ketergantungan dari Shal’dorei dari Nightwell. Thalyssra menginginkan pohon ini terus tumbuh karena Nightwell sudah tidak dapat dipakai lagi oleh penduduk Suramar, sehingga banyak dari mereka yang menjadi withered. Dengan menumbuhkan pohon ini, buahnya dapat digunakan untuk menolong Shal’dorei dari ketergantungan pada Nightwell. Akan tetapi, pohon ini kekurangan energi dari bawah tanah Suramar, karena aliran ley line, semacam pipa-pipa yang mengalirkan energi magis, sedang lemah. Thalyssra memiliki ide untuk memasuki The Arcway, sebuah tempat pusat dari seluruh ley line di Suramar, dan membuat sebuah manastorm untuk membuat lonjakan energi, sehingga ley lineley line di seluruh Suramar selama durasi manastorm tersebut akan penuh dengan kekuatan untuk mencukupi kebutuhan pohon di Shal’aran. Apa yang terjadi benar-benar diluar ekspektasi saya. Pada awal quest:

Arluin: I heard about this crazy job you guys are planning. You weren’t thinking of leaving me out, were you?
First Arcanist Thalyssra: I thought you were only interested in lining your pockets.
Arluin: Look, I am not blind. I see what is happening in Suramar.
Arluin: I am not sitting this one out. The stakes are too high. So I am in, you got that?
Arluin: Oh and don’t worry about my usual fee – you can pay me when the job is done.

Ya, lagi-lagi membicarakan bayaran. Saya pikir, “Yah, nanti habis kelar quest ini, dirampok lagi dong ane“. Sedih, tetapi mau tidak mau quest ini harus tetap dijalankan. Singkat cerita, saya, dibantu oleh Thalyssra dan Arluin berhasil menjebol pusat ley line di The Arcway. Akan tetapi…

First Arcanist Thalyssra: Something is wrong… The temporal warp sequencer-
Arluin: Small words, please.
First Arcanist Thalyssra: The fuse is broken. We must trigger the manastorm manually.
Arluin: Wait, aren’t we supposed to leave BEFORE the storm starts?
First Arcanist Thalyssra: We have no choice. This must be done.
First Arcanist Thalyssra: Rath, anu’telar!
Thalyssra erects an energy barrier.
First Arcanist Thalyssra: We just need to hold out until the storm is over!
Arluin: Easier said than done…

Ya, jadi sekringnya rusak. Manastormnya harus ditrigger secara manual, padahal kalau ada sekringnya, tinggal dipencet aja, lalu kabur. Tetapi, karena ini harus manual, dan manastorm ini sangat berbahaya, makanya Thalyssra membuat energy barrier untuk melindungi kami dari manastorm tersebut. Apakah semudah itu?

Arluin: The manastorm is only getting stronger! We need to shut that thing down!
First Arcanist Thalyssra: It is too dangerous! The arcane torrents would tear us apart!
Arluin: Damn it…
Arluin: You guys owe me…
Arluin runs out of the barrier, towards the projector.
First Arcanist Thalyssra: What are you doing?!
Arluin: Hhghh-AAAHHHH!!!
First Arcanist Thalyssra: Arluin! NO!!
Arluin disables the projector, and the manastorm subsides. Thalyssra dispels her barrier and runs to kneel over the unconscious Arluin.
First Arcanist Thalyssra: Oculeth, get us out of here!

Ternyata, manastormnya semakin besar dan besar. Tidak terlihat ada tanda-tanda berhenti. Apabila yang demikian berlanjut, lama kelamaan barrier Thalyssra akan musnah, begitu pula saya, Arluin, dan Thalyssra. Arluin membuat sebuah keputusan: mengorbankan dirinya untuk mematikan manastorm tersebut. Oculeth adalah teman Thalyssra yang memiliki kompetensi di bidang teleportasi. Saat manastorm tersebut terjadi, tidak dapat dilakukan teleportasi karena disrupsi manastormnya sangat masif. Kami bertiga diteleportasi ke depan Shal’aran.

First Arcanist Thalyssra: Where is Arluin?!
First Arcanist Thalyssra: Oh no…
Thalyssra rushes across the stream to a wounded Arluin lying just outside the entrance to Shal’Aran.
Arluin: Nghh…
First Arcanist Thalyssra: Do not speak. You are wounded-
Arluin: We pulled it off… didn’t we?
First Arcanist Thalyssra: Yes. You saved us. Please… try to rest.
Arluin: Hey… Tell Vanthir I said… thanks… for every…
Arluin dies.
First Arcanist Thalyssra: He is gone.
First Arcanist Thalyssra: Come… Let us check on the others.

Ketika kembali ke Shal’aran, pohon yang tadinya hampir mati, sekarang sudah berbuah dan sangat rindang. Banyak buah (Arcan’dor Fruit) di pucuk-pucuk daunnya. Usaha keras dari Nightfallen, dibantu dengan pengorbanan Arluin tidak sia-sia. Ternyata, dibalik ke-matre-an Arluin, ada jiwa berkorban yang baru ia keluarkan di saat genting. Tetapi, siapa itu Vanthir? Di quest chain terakhir, Vanthir tiba di Shal’aran, memberikan sebuah kertas yang ditulis oleh Arluin. Pada questnya, Vanthir berkata, “I never thought I would need to read this… <Vanthir hefts a scroll in his hand.> Arluin made… plans… in the event he fell. It is not much, but I would like to honor his last request. Go to the location marked on this map. Take this Arcan’dor Fruit and give it to a woman named Arluelle. Arluin was very specific that all rewards for his work be directed to her. I think he may have known what his sacrifice meant. I was wrong about him.

Pada akhirnya, saya selaku pemain, menuju lokasi yang ditunjukkan di peta, lalu bertemu dengan seorang wanita bernama Arluelle. Saat bertemu, wanita tersebut sudah hampir menjadi withered, sebelum pemain menawarkan Arcan’dor Fruit untuk menyelamatkannya.

Arluelle: Who is there?
Arluelle: Arluin, is that you? It is so dark…
Arluelle: Is Arluin coming? I haven’t seen him in days…
Player: Arluin is not coming, I’m afraid. He died to ensure we could bring this to you.
Arluelle: I understand… He never could stay out of trouble…
Arluelle eats the fruit.
Arluelle: Thank you… I will remember this.
<Arluelle finishes eating the fruit.>
Arluelle: I am not hungry any more. I can think- I will live! Oh, Arluin…

584251-visitor-in-shalaran.jpg
Arluelle, di Makam Arluin

Siapakah sebenarnya Arluelle ini? Beberapa waktu kemudian, ada sebuah quest baru, yaitu Visitor in Shal’aran. Pemain menghampiri orang tersebut yang sedang berdiri di dekat makam Arluin.

Arluelle places a dusky purple flower before the little planter.
Arluelle: Do you remember me, outlander?
Arluelle: My brother rests here. My name is Arluelle.
Arluelle: So much has changed for me since you brought that fruit. I miss my brother dearly but I know why he gave himself to this cause. There is something I must ask of you. I need to repay the others for their kindness. I need to avenge my brother’s death. Please take me to the First Arcanist so I can pledge myself to her cause.

Ternyata, “kerakusan” Arluin yang pada awalnya saya maki-maki, adalah caranya untuk mendapatkan Ancient Mana agar adiknya dapat bertahan hidup, agar ia tidak menjadi seorang withered. Demikian, adalah salah satu kondisi yang menyebabkan teknik labeling menjadi kurang tepat digunakan, karena tanpa kita tanya langsung alasan seseorang melakukan sesuatu (apalagi ketika pertama kali bertemu), kita tidak akan tahu apa justifikasi dibalik perbuatannya itu. Assume less, ask more. :)

Advertisements

Leave a Reply - No foul language and spam please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s