Kita memiliki, meminjam, atau menumpangi Bumi?

Prologue

Apakah arti kata memiliki? Apakah arti kata meminjam? Apakah arti kata menumpang? Well, tentu saja 3 kata tersebut berbeda artinya. Dari perspektif saya, memiliki berarti rasa “kepunyaan” terhadap sesuatu. Perasaan ini didukung oleh rasa sayang yang biasanya tampak melalui bagaimana seseorang melindungi dan peduli terhadap sesuatu tersebut. Meminjam menurut saya berarti sesuatu yang tidak kita miliki, untuk sementara kita gunakan. Hak milik tetap dimiliki oleh pemilik barang tersebut, tidak berpindah ke kita. Walaupun begitu, kita tetap terbebani kewajiban untuk melindungi dan peduli terhadap barang tersebut karena barang tersebut bukan milik kita, tetapi milik pemiliknya dan kita bertanggung jawab atasnya. Sedangkan untuk menumpang, menurut saya adalah suatu keadaan dimana kita hanya menjadi “benalu”. Sesuatu yang kita tumpangi (pada kebanyakan kasus) tidak mendapatkan keuntungan, bahkan mungkin mendapatkan kerugian. Sedangkan kita mendapatkan keuntungan atas sesuatu yang kita tumpangi tersebut.

Kembali ke pertanyaan yang ada pada judul artikel ini. Kita memiliki, meminjam, atau menumpangi Bumi? Kebanyakan dari kita (mungkin saya termasuk salah satunya) mengatakan bahwa Bumi ini milik kita, akan tetapi kita tidak melindungi dan peduli terhadap Bumi ini, bahkan pada kasus-kasus sepele.


 

Sebenarnya ini subjektif, tapi menurut saya tulisan yang saya bold pada prolog diatas adalah kata/potongan kata kunci yang mencerminkan kata kerja yang bersangkutan. Mengapa saya menulis artikel ini? Karena saya merasa mayoritas masyarakat terlalu menyepelekan masalah sepele (sudah sepele, disepelekan lagi). Satu hal yang patut disayangkan adalah Bumi tidak dapat berbicara secara langsung. Bumi berbicara lewat kejadian-kejadian dan musibah-musibah yang terjadi dengan kuasa Tuhan. Kebanyakan musibah banjir terjadi karena tersumbatnya aliran air karena sampah, salah satunya adalah ini. Penyumbatan pada saluran air juga dapat menyebabkan rusaknya jalan. Begitulah cara Bumi berbicara kepada kita. Pertanyaannya, kapankah kita mau mendengar perkataan Bumi?

Apabila kita memang merasa memiliki Bumi, sudah selayaknya kita peduli terhadap Bumi ini. Planet ini merupakan benda mati, kawan. Akan tetapi, bukan berarti karena planet ini adalah benda mati, kita bebas melakukan apapun terhadapnya. Mari kita ambil contoh kasus membuang sampah sembarangan hingga menumpuk. Apabila terjadi banjir, maka sampah-sampah tersebut akan terbawa air dan seperti yang kita ketahui, tumpukan sampah saja dapat menimbulkan bau walaupun kita berada jauh darinya, apalagi ketika sudah menyatu dengan air? Merasa jijik, sudah pasti. Bagaimana dengan segala macam bibit penyakit yang terkandung di air banjir yang sudah bercampur dengan tumpukan sampah? Tidak heran apabila setiap kali terjadi banjir, poliklinik/puskesmas/rumah sakit terdekat selalu kebanjiran pengunjung. Apa lagi dampak yang ditimbulkan dari membuang sampah sembarangan? Apabila ada dua saluran air, tapi salah satu saluran air tersebut tersumbat sampah sehingga air mengalir ke saluran air yang lain. Hal ini menyebabkan saluran air yang tersumbat tidak dialiri air dan saluran air yang lain mengalami overkuota air. Apabila ada warga yang membuang limbah rumah tangga ke saluran yang tidak dialiri air, resiko terjadinya penggenangan air akan meningkat dan menjadi sarang nyamuk. Sedangkan untuk saluran air yang mengalami overkuota, air akan meluap dari saluran air menuju jalan sekitar. Akibatnya? Mungkin kita tidak merasakan, tetapi orang-orang sekitar yang kena getahnya.

Bosan oi sampah terus, nggak ada hal lain apa yang bisa dibahas selaen sampah, udah bosen itu pelajaran PLK<inisial daerah> waktu SD dan SMP!

Okey, mungkin saya bisa berikan contoh lain yang berhubungan langsung sama manusia. Misalnya kita lagi pilek dan kita menggunakan tisu untuk mengeluarkan *maaf* ingus. Lalu kita membuang tisu tersebut sembarangan. Jelas, kita tidak merasa jijik karena itu adalah ingus kita sendiri. Bagaimana dengan orang lain? Menurut situs ini, “Influenza viruses spread in tiny droplets caused by coughing and sneezing. They usually spread from person to person. Sometimes, however, people become infected by touching something that was recently contaminated with the virus and then touching their mouth or nose.” Mengetahui hal ini, masihkah Anda berani untuk menyentuh tisu yang berisi ingus orang lain? Well, saya sih tidak berani, kecuali apabila anak saya di masa depan sedang sakit pilek/flu dan dia masih terlalu kecil untuk mengeluarkan ingusnya sendiri, maka hal tersebut adalah pengecualian. Dengan membaca bagian ini, saya rasa kita dapat sepakat bahwa dengan membuang tisu berisi ingus sembarangan, kita telah berbuat jahat kepada Bumi dan orang-orang sekitar kita.

Jadi, apa bedanya orang yang memiliki, minjem, sama numpangin Bumi?

Memiliki: Orang yang sadar bahwa Bumi ini milik bersama, yang tinggal nggak cuma dia doang disana. Segala tindakan yang merusak Bumi berarti mengganggu penghuni Bumi yang lain. Apabila terjadi sesuatu yang jelek terhadap si Bumi, orang ini merasa sedih karena dia merasa sayang banget sama Bumi ini. Dia bakal berusaha meningkatkan kualitas Bumi ini

Minjem: Orang yang sadar bahwa Bumi ini milik bersama, yang tinggal nggak cuma dia doang disana. Dia merasa bersalah kalau dia merusak Bumi ini, karena Bumi ini bukan milik dia saja. Dia tidak berusaha meningkatkan kualitas Bumi ini, karena layaknya orang meminjam sesuatu, sesuatu yang dipinjam seharusnya dikembalikan dalam keadaan utuh dan tidak cacat

Numpang: Orang yang cuma sekedar numpang lewat aja di Bumi, kan cuma sebentar aja di Bumi, buat apa peduli terhadapnya? Biarkan aja orang-orang yang memiliki yang ngurusin bersih-bersih. Dia tinggal ambil untungnya aja

Aduh, lo sih ngomong doang, emang apa aja yang udah lo lakuin selama ini untuk melindungi Bumi?

At the very least:

  1. Membuang sampah pada tempatnya. Nggak ada tempat sampah? Saya kantongin ato masukin tas sampe ketemu tempat sampah. Termasuk tisu yang ada ingusnya kalo saya lagi pilek.
  2. Menolak pemberian plastik apabila belanja hanya sedikit, contohnya beli roti tawar satu bungkus, nggak usah pake plastik, dibawa aja langsung
  3. Yang ini masih dalam proses, yaitu mematikan lampu dan komputer ketika akan tidur, biasanya keburu ketiduran sebelum sempat melakukan 2 hal ini, tapi diluar itu, seperti ketika siang, saya tidak menyalakan lampu kalau nggak butuh-butuh banget (kondisi masih terang, masih bisa ngeliat jelas, nggak remang-remang)
  4. Entah ini pelit atau melindungi Bumi, tapi saya biasa nggak buang kertas sampe kertasnya bener-bener penuh oleh coretan. Apabila saya punya catatan dari mata kuliah yang ngga dipake lagi, biasanya saya taruh di belakang binder untuk suatu hari buat coret-coret sesuatu. Kalau udah penuh dan ngga ada space buat dipake lagi, baru dibuang
  5. Sebisa mungkin tidak merusak tanaman karena alasan apapun, kecuali terpaksa. Dulu, saya pernah karena menahan amarah, saya merusak cabang pohon yang tumbuh di pot yang memiliki sekitar 4-5 ranting menuju daun. Lalu saya berpikir, “Apa gunanya saya merusak tanaman? Apa salah dia? Kenapa dia yang kena getahnya?” Sejak saat itu, saya lebih respek terhadap tumbuhan.

Epilogue

Mungkin saya belum termasuk orang yang bener-bener memiliki Bumi, tapi saya ingin menjadi orang yang seperti itu. Maka dari itu, apabila Anda melihat saya melakukan hal-hal yang “mengotori” atau “merusak” Bumi, tolong ingatkan saya. Semua berawal dari satu orang. Apabila kita saling mengingatkan, saya yakin suatu saat manusia-manusia penghuni Bumi ini akan lebih sadar dan peka terhadap pentingnya menjaga dan melindungi Bumi ini. Yuk, kita tumbuhkan rasa memiliki terhadap Bumi ini :)

Advertisements

Leave a Reply - No foul language and spam please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s