Jurnal ketua kaderisasi, Januari 2014

Akhirnya, sampailah kita di step terakhir sebelum pelantikan, yaitu latihan intensif. Panitia 2012 beberapa sudah sampai Bandung sebelum tanggal mainnya, yaitu tanggal 7, untuk merencanakan apa saja yang akan dibawakan saat intensif nanti. Tidak hanya itu, ada survei lanjutan tanggal 5 Januari untuk memastikan bahwa ada tempat perkemahan kosong di Bumi Perkemahan Kiara Payung.

Keesokannya, yaitu hari Senin, 6 Januari 2013, panitia mengadakan interaksi seputar spek dan SOP yang harus dipatuhi peserta pada saat hari-hari intensif. Interaksi itu tidak berlangsung lama, dan 2013 yang datang pun cukup ramai, 18 orang. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya dimana hari pertama hanya 3 orang yang datang, ini sebuah peningkatan yang signifikan. Akan tetapi, jumlah mereka turun esoknya menjadi 15 orang. Hari pertama latihan intensif adalah hari Selasa, yang berisikan latihan fisik peserta. Peserta melalui berbagai macam latihan fisik seperti ketahanan, kecepatan, kelincahan, dan sebagainya. Karena peserta banyak yang tidak membawa spek dan tidak kuorum, mereka dikenakan konsekuensi. Konsekuensi yang mencolok di hari pertama ini adalah ~13 seri push-up dan ~6 seri sit-up. Beberapa hal remarkable yang lain adalah pemberian tugas wawancara massa Pasopati sebanyak 3 orang, dikumpulkan hari intensif berikutnya, yaitu Kamis.

Hari Kamis diadakan latihan teknik, karena peserta akan memanah pada hari Sabtunya. Beberapa peserta masih terlihat kurang kuat sehingga tekniknya pun masih salah. Ada pula sesi workshop yang dipimpin oleh seseorang dari divisi inventaris. Selain itu, semua berjalan mirip dengan hari Selasa, yaitu ada sesi konsekuensi dan pemberian tugas. Tugas wawancara tetap berjalan, akan tetapi ditambah syarat harus ada 1 orang non-2012 dari 3 orang yang diwawancarai. Adapun tugas review busur angkatan juga diberikan karena banyaknya peserta yang tidak mengerjakan tugas tersebut. Hasilnya sangat bagus, akan tetapi ukuran kertas yang sangat besar membuat panitia kebingungan mengenai tempat peletakan kertas tersebut.

Hari Sabtu adalah hari yang difokuskan pada sesi menembak. Kendala pada hari tersebut adalah terjadinya hujan yang cukup lama sehingga sesi memanah dipindahkan ke selasar dekat Sabuga yang hanya mampu dipakai oleh 2 orang per rambahan. Ada 2 orang yaitu Pradipta dan (Bang) Hary yang sudah menembak 12 meter, mereka menembak di lapangan tenis C setelah hujan reda. Para peserta yang menembak di selasar cenderung “lamban” dalam menembak dan mengambil anak panah, sehingga yang seharusnya setiap orang hanya memakan waktu ~4 menit bisa menjadi ~6 menit. Hal ini berdampak pada peserta-peserta yang lain yang terlalu lama menunggu giliran. Selain itu, perizinan selasar juga mengalami sedikit masalah sehingga mengakibatkan ketua dan koorlap harus menghadap ke beberapa petugas Sabuga saat peserta menembak. Pada akhir hari ini diberikan tugas membuat bendera Pasopati yang harus dikumpulkan pada hari Selasa. Saat sesi konsekuensi dan jam sudah menunjukkan jam setengah 5, panitia memutuskan bahwa konsekuensi dilanjutkan esok hari. Saat di dalam sekre, ada penilaian dari massa Pasopati bahwa panitia kurang bisa menjaga flow sepanjang hari tersebut. Sehingga panitia memutuskan untuk menaikkan dan menjaga flow pada hari berikutnya.

Hari Minggu juga sesi panahan. Akan tetapi, hari itu jauh lebih terkontrol daripada hari sebelumnya. Panitia berhasil mengontrol flow hingga 3/4 hari intensif tersebut. Setelah itu, flow cukup turun karena beberapa panitia mengajak ngobrol peserta hal-hal santai. Di akhir hari, pemberian tugas wawancara kembali ditambah 3 orang, dengan peserta yang belum kurang dari batas seharusnya menambahkan kritik dan saran untuk ca-Paso 2013 sejumlah orang-orang yang kurang dari batas wawancara (sebagai contoh, seharusnya pada Sabtu sudah terkumpul 6 orang, tetapi peserta hanya mengumpulkan 4 sehingga pada hari berikutnya peserta tetap harus wawancara dan menanyakan kritik dan saran ke 2 orang massa Pasopati). Konsekuensi yang peserta alami pada hari ini pun cukup berat, sekitar 30 seri push-up karena banyaknya spek yang tidak dibawa. Seorang ketua divisi pelatihan kemudian memberi saran kepada ketua bahwasanya efek jera tidak harus berupa konsekuensi fisik yang berat, karena peserta masih harus mengalami latihan-latihan intensif berikutnya yang tentunya juga berupa latihan fisik.

Hari Senin, peserta mengumpulkan tugas bendera Pasopati yang dinilai cukup baik. Yang kurang hanyalah bagian pinggir bendera seharusnya tidak terurai sehingga tidak berisiko rusak.

Hari Selasa adalah hari latihan fisik dan juga diberikan sesi panahan pada sorenya. Tujuannya adalah agar peserta yang tidak mengikuti sesi panahan saat Sabtu-Minggu bisa mengejar ketinggalan, karena panahan adalah salah satu parameter vital yang bobotnya cukup tinggi. Saat awal pengondisian, panitia menghitung peserta sebanyak 15 hitungan agar peserta sigap. Akan tetapi, hitungan melewati 15 sehingga peserta harus push-up 1 seri. Ketua angkatan, mami, dan papi sudah ikut latihan hari tersebut dan terlihat efek yang signifikan dari segi semangat. Hal ini dapat dibuktikan ketika panitia menyuruh peserta untuk melakukan yel-yel sebelum rangkaian acara intensif dimulai. Setelah sesi panahan sore selesai, panitia mengultimatum peserta untuk dapat kuorum hari esoknya karena selama ini peserta tidak pernah kuorum. PJ kuorum meminta jumlah 20 orang, turun dari kuorum hari itu, yaitu 31. Konsekuensi hari itu pun ditunda karena sudah menjelang waktu maghrib dan dihutangkan ke hari berikutnya.

Hari Rabu adalah hari intensif terakhir. Pada hari ini, peserta diberikan latihan-latihan fisik dan juga melakukan simulasi untuk medan di Kiara Payung nanti. Selama simulasi tersebut, peserta mengaku cukup lelah sehingga panitia memperingatkan peserta untuk lebih menguatkan diri karena medan nanti akan jauh lebih berat daripada simulasi tersebut. Setelah simulasi tersebut, ada pemberitahuan spek-spek untuk pelantikan. Hari itu ditutup dengan pembayaran konsekuensi total sehingga mereka tidak membawa beban konsekuensi ketika naik gunung nanti.

Hari Kamis, panitia mengadakan interaksi dengan ca-Paso. Instruksi sebelumnya adalah datang satu angkatan, akan tetapi tujuan utama interaksi tersebut adalah untuk “menyelamatkan” peserta yang terancam tidak dilantik. Hanya satu orang yang terancam tidak dilantik datang pada hari tersebut. Karena orang tersebut dapat meyakinkan panitia, maka peserta tersebut diberikan chance untuk mengikuti pelantikan. Peserta-peserta yang tidak memenuhi parameter intensif diharuskan membuat tugas yang paling lambat dikumpulkan jam 11 pagi di hari esok dan dikumpulkan dalam bentuk .rar satu angkatan. Hari Jumat, panitia melakukan sidang penentuan status anggota yang menghasilkan 21 orang anggota biasa dan 13 orang anggota muda (dengan sudah mempertimbangkan tugas-tugas yang dikumpulkan jam 11 sebelumnya). Sayangnya, ada 2 orang yang tadinya akan ikut ke pelantikan tetapi secara de facto tidak dibolehkan karena mereka tidak lulus parameter anggota. Selain itu, ada masalah juga mengenai SAPPK yang mengadakan ekskursi ke Jakarta di hari Sabtunya sehingga panitia cukup kebingungan untuk mengambil keputusan apakah mereka boleh menyusul atau tidak.

Hari Sabtu, peserta berkumpul jam setengah 7 untuk cek spek. Peserta dan panitia berangkat dari Saraga jam 8 menuju Jatinangor. Kendala pertama adalah satu angkot terlambat sampai di Kiara Payung, sedangkan 2 angkot lagi yang membawa peserta perempuan dan logistik sudha sampai. Selain itu yang kedua, hujan yang turun selama pagi tersebut menimbulkan beberapa masalah seperti kebocoran tenda perempuan, sehingga peserta harus memperbaikinya sambil menunggu hujan berhenti. Masalah yang ketiga adalah, pos 5 yang berada di puncak bukit tidak jadi dipakai karena menurut pengakuan tim pendahulu, trek tersebut sangat sulit dilalui karena licin, sehingga dapat membahayakan keselamatan peserta. Setelah hujan berhenti jam 11, peserta membuat wall of fame. Wall of fame itu berisi seluruh peserta yang berada disana dan apa saja keunikan yang paling masing-masing dari mereka miliki. Setelah itu peserta melaksanakan tracking dari jam 11.30 hingga jam setengah 5 sore. Setelah itu, peserta dipersilahkan untuk sholat, makan, dan istirahat hingga jam 8. Setelah jam 8, peserta menghabiskan konsekuensi yang mereka lakukan terkait kesalahan-kesalahan seperti spek, anak panah miss, dan lain-lain. Saat malam teresbut ada kendala lain yaitu penunjukan danlap secara tiba-tiba dan perihal peserta dari SAPPK yang akan menyusul, tetapi posisi mereka masih sangat jauh dari Bandung. Sementara itu, seorang massa Pasopati yang sebelumnya akan “membawa” mereka ke Kiara Payung ternyata sudah di tempat. Sehingga ketika mendekati jam 10 dan mereka baru sampai Bandung, panitia memutuskan untuk memulangkan mereka agar tidak membahayakan mereka di perjalanan menuju Jatinangor.

Saat dini hari, Minggu, 19 Januari 2014, panitia membuat air jahe untuk peserta untuk menghangatkan tubuh mereka. Akan tetapi, proses pembuatannya sangatlah lama karena cuaca saat itu sedang hujan juga. Akhirnya ketika air jahe sudah selesai, peserta dibangunkan dan diperintahkan untuk membawa spek-spek tertentu sebelum dibawa ke tempat malam swasta. Malam swasta kali ini tidak terlalu didukung cuaca sehingga peserta harus menggunakan ponco selama malam swasta berlangsung. Alhamdulillah tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan yang terjadi selama keberjalanan malam swasta dan pembacaan SK pun dibacakan setelah adzan Shubuh, yaitu sekitar jam 4.30. Setelah itu, peserta dan panitia sama-sama menuju masjid untuk sholat shubuh dan kembali ke perkemahan untuk sesi perkenalan yang dari dulu sering dinamakan “sesi batu”.

Dan akhirnya… selamat datang PASOPATI 2013! :)

Leave a Reply - No foul language and spam please :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s